Header news

✒️ |

7 Mahasiswa PAI UIN Malang Mengabdi Dalam Agenda Pondok Ramadhan

         Guru sekolah merupakan salah satu profesi yang sangat penting dan berguna bagi masyarakat. Guru sekolah bertanggung jawab untuk mengajar dan membimbing siswa untuk mencapai tujuan pendidikan mereka. Sebagai seorang guru, Anda bertanggung jawab untuk membantu siswa Anda belajar dan berkembang secara akademis, sosial, dan emosional. Untuk menjadi guru di sekolah, Anda biasanya harus memiliki pendidikan formal yang telah dijalani. Mengajar siswa memerlukan pendekatan yang berbeda dengan mengajar di sekolah. Para siswa sudah memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dan biasanya belajar lebih mandiri. Oleh karena itu, sebagai seorang guru, Anda harus memahami kebutuhan dan karakteristik siswa. Saat mengajar siswa, perlu juga dipahami bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, Anda harus fleksibel dalam memberikan materi dan mengembangkan strategi pengajaran yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pondok romadhon seringkali kita ketahui tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan waktu yang non formal yang hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja.kegiatan pondok romadhon dilaksanakan guna melatih dan membimbing para siswa-siswi untuk beribadah selama bulan ramadhan serta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa-siswi. Bertepatan kemarin, Kaprodi PAI UIN Malang mendapatkan penawaran dari pihak SDN Lowokwaru 3 kota malang untuk mengajukan 7 nama mahasiswa PAI guna menjadi pengajar di sana yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut yang mulai tanggal 27 Maret hingga 29 Maret 2023. Seluruh mahasiswa yang dipilih merupakan mahasiswa PAI angkatan 2021 alias sedang menjalani semester 4. Mahasiswa tersebut diantaranya adalah; Muh. Noaf Afgani, Amiliya Nur Rosyidah, Tsaniyatus Sholihah, Maulidya Ratri Azzahra, Khoirus Sahro dan Yogi Ainuz Zumar.

        Dalam informasi yang disampaikan oleh salah satu guru agama di SDN Lowokwaru 3 tersebut, bapak Hasyim Asyari menginstruksikan bahwa target capaian pada kegiatan ini adalah kemampuan para siswa memahami dasar-dasar materi dan para siswa diharapkan mampu mengamalkan apa yang telah disampaikan dari materinya. Diantara materi yang disiapkan adalah yang meliputi materi puasa, zakat, shalat terawih, tadarus al-qur’an dan pembiasaan shalat dhuhur dan tadarus al-Qur’an sebelum para siswa pulang ke rumah. Kegiatan ini dilakukan secara merata mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 secara bertahap selama 3 hari.
          Hal ini memiliki manfaat baik bagi para mahasiswa sendiri, yaitu pengalaman bagaimana mengelola secara langsung dengan terjun ke medan lapangan dalam proses pembelajaran di kelas. Pihak sekolah menanggapi bahwa kegiatan ini ketika diisi oleh para mahasiswa sangat merasa terbantu terhadap pelaksanaan agenda pondok romadhon dengan yang lainnya seperti adanya kegiatan penerimaan rapor siswa oleh para wali murid yang memang harinya bertepatan secara bersamaan. "Adanya bantuan dari mahasiswa prodi PAI FITK UIN Malang, kami sangat merasa terbantu dalam mensukseskan acara pondok Ramadan di SDN 3 Lowokwaru ini,” ujar pak Hasyim Asyari, salah satu guru agama di sana.
        Mengajar berarti memberikan instruksi kepada siswa di dalam kelas. Di sana, guru memberikan informasi kepada siswa, atau beberapa siswa membaca dari buku pelajaran sementara siswa lainnya hanya diam menerima apa yang telah mereka pelajari. Pada saat yang sama, guru memastikan bahwa semua siswa dalam keadaan teratur sehingga mata pelajaran yang diberikan dapat diajarkan dengan benar. Dalam dunia pendidikan, mahasiswa sering disebut sebagai pelopor agen perubahan yang mampu mentransformasikan kehidupan masyarakat di sekitarnya menjadi lebih baik. Selain itu, status mahasiswa yang sedang dimiliki tentu berbeda dengan status siswa pada saat SD, SMP, maupun SMA. Karena, letak perbedaannya adalah pada tanggung jawab yang lebih besar untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki. Pihak sekolah berharap bahwa kerjasama ini kedepannya bisa terus berjalan seperti sebelumnya secara kelembagaan hingga tercapainya kegiatan pembelajaran terpadu.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.