Header news

✒️ |

Ro'an: Aksi Peningkatan Wawasan Nilai Keagamaan Dan Kebangsaan Versi Mahasantri

        

Foto Ro'an Mingguan

      Pada hakikatnya, lingkungan dapat mempengaruhi seorang individu dalam berperilaku maupun bertindak. Tindakan yang baik adalah tindakan yang sesuai dengan norma atau nilai moral yang berlaku di masyarakat. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk kebaikan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Dalam mewujudkan pesantren yang berkualitas, perlunya kita mengetahui pentingnya  menjaga lingkungan pesantren dan memahami peranan mereka sebagai mahasantri dalam membangun pesantren berwawasan lingkungan.

        Lingkungan pesantren yang bersih, indah, dan lestari merupakan perwujudan dari nilai-nilai agama dan kebangsaan. Lingkungan yang bersih dan sehat juga dapat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri santri. Menjaga kebersihan lingkungan adalah hal yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari penyakit, menciptakan lingkungan yang nyaman. Lingkungan belajar memiliki pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa dan lingkungan belajar yang kondusif dapat mendukung siswa untuk belajar dengan lebih efektif dan efisien. Tempat yang memiliki lingkungan nyaman dapat mempengaruhi suasana pembelajaran, termasuk penerapan nilai keagamaan dalam keseharian para santri. Bentuk kegiatan tersebut disebut “Ro’an”. Ro’an merupakan kegiatan rutin antri yang dilakukan untuk membersihkan tempat-tempat pada lingkungan pondok pesantren. Dari kebiasaan bersih tersebut, dapat menjadikan para santri memiliki kebiasaan yang baik. Dengan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan damai.

        Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui oleh manusia, baik yang diperoleh melalui pengalaman, pembelajaran, maupun intuisi yang dapat juga kita artikan sebagai hasil dari proses mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari pengalaman dan pembelajaran. Pengetahuan merupakan aset yang sangat berharga bagi manusia. Dengan pengetahuan, manusia dapat mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Pengetahuan yang untuk peningkatan kualitas manusia perlu diketahui oleh para santri, salah satunya mengenai wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan. Nilai wawasan keagamaan dan kebangsaan terdapat beragama jenisnya, termasuk menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren.

        Ro’an merupakan tradisi yang sudah berlaku dari dahulu, kegiatan pengisi waktu luang untuk santri memiliki kebiasaan yang bersih. Kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.[1] Maka dari itu, Ro'an merupakan kerja bakti yang dilakukan oleh para santri di pesantren, yang biasanya dilakukan di hari jum’at pagi dan dilakukan oleh semua santri, termasuk senior dan junior. Ro'an bertujuan untuk membersihkan dan merawat lingkungan pesantren, sehingga tetap bersih, rapi, dan nyaman untuk dihuni oleh para santri, yang bertujuan agar para santri terlatih dalam hal kerjasama dan saling membantu.

        Dengan adanya kebiasaan baik tersebut, diharapkan mampu meningkatkan wawasan kebangsaan yang utuh, termasuk rasa saling membantu. Wawasan kebangsaan sangat penting difahami oleh mereka. Karena mereka merupakan bagian dari generasi pemuda, generasi penerus tonggak kepemimpinan suatu negara. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya peningkatan wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan menjadi sebuah faktor kurangnya motivasi bagi para santri untuk melakukan kegiatan ro’an. Hal ini dapat menyebabkan santri menjadi kurang peduli dengan pentingnya wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan. Pembinaan wawasan kebangsaan harus selalu dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan yang inklusif.[2] Kurang masif nya terkait sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan menjadi faktor kurangnya motivasi bagi santri. Selain itu, pengaruh dari budaya luar negeri yang secara cepat. Pengaruh budaya global yang cenderung individualistik dan hedonistic yang dapat menggerus nilai-nilai agama dan kebangsaan yang dianut oleh santri. Hal ini dapat terjadi karena santri sering terpapar dengan budaya global melalui berbagai media, seperti televisi, internet, dan media sosial.

        Dalam hal yang telah dibahas, dapat kita simpulkan bahwa ro'an merupakan salah satu tradisi khas pesantren yang sangat bermanfaat bagi para santri. Ro'an dapat meningkatkan wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan para santri dengan menjadikan mereka memiliki kebiasaan yang baik. Namun, dalam perkembangannya, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh santri dalam meningkatkan wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan, yaitu kurangnya sosialisasi dan pengaruh budaya global. Salah satu cara menangani terhadap tantangan yang ada adalah dengan perlunya pesantren meningkatkan intensitas dan frekuensi sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya peningkatan wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan melalui ceramah maupun pelatihan. Dengan menerapkan saran-saran tersebut, diharapkan dapat meningkatkan wawasan nilai keagamaan dan kebangsaan pada santri, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, warga negara yang baik, dan anggota masyarakat yang lebih sejahtera.


[1]Kholifatun, “Upaya Bagian Kebersihan Dalam Mendidik Santri Tentang Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok Pesantren Darul Huda Putri Mayak,” 2018.

[2]I Putu Gelgel, “Prosiding Seminar Nasional Moderasi Beragama STHD Klaten Tahun 2020 | 199,” 2020, 199–205.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.