Header news

✒️ |

Hierarki Prioritas, Antara Guru yang Mengajarkan atau Teks sebagai Pegangan?

Dalam skala manajemen kelas dan pembelajaran, ini terkait “Hierarki Prioritas”. Yang kita ketahui di ekosistem pembelajaran kelas, siapapun yang sedang mengajar/mendidik merupakan pemegang otoritas tertinggi dan penentu kebijakan maupun evaluasi. Pengajar adalah makhluk hidup yang jelas dinamis dan memiliki hak prerogatif. Ia akan menyesuaikan materi dengan setiap kondisi muridp, isu terkini yang sedang ramai dan bagaimana keadaan lingkungan terbaru.

Untuk sebuah modul maupun suatu pegangan, itu menjadi jaring pengaman dan standar kebenaran yang objektif, telah divalidasi oleh ahli serta menjadi rujukan kebenaran kita. Modul merupakan benda mati yang statis, tetap. Dimana benda tersebut biasanya lebih lengkap dan terstruktur. Apa yang dijelaskan oleh guru seringkali hanya poin-poin penting. Artinya, untuk pemahaman mendalam, modul yang statis tersebut adalah kuncinya.

Lantas, sebagai pembelajar yang menggunakan kedua hal sebagai pedoman, sikapnya adalah tetap menjadikan guru, dosen, maupun instruktur sebagai pilot yang sedang mengemudikan kelas, tetapi tetap mengikuti arahannya agar pembelajaran kita menjadi lancar. Sedangkan modul tetap penting dengan menjadikannya sebuah peta jalan, jelas tujuannya untuk mengetahui kita sedang dan akan dibawa kemana. Guru adalah hukum berjalan dan Modul ialah bekal pengetahuan jangka panjang yang objektif.

"Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya..."

Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara pernah menekankan hal tersebut karena merasa bahwa pendidikan itu dinamis, menyesuaikan dengan kodrat alam dan zaman, sesuatu yang tidak bisa lakukan oleh modul karena sifatnya yang kaku.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.